Review

Perempuan adalah sosok yang kuat. Berbagai masalah mungkin saja datang menghadang, tetapi perempuan dapat memberikan perlawanan luar biasa sesuai dengan karakter dan pendiriannya. Kesabaran dan ketegaran menjadi ciri khas dari sosok perempuan. Tidak hanya dalam keluarga saja, sosok perempuan pun dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang melalui prinsip dan tindakannya. Hal itu dapat terlihat jelas dalam sosok 5 perempuan ini lho, Queenriders.

 

Dalam rangka Hari Perdamaian Dunia yang jatuh pada 21 September, Queenrides akan membahas 5 sosok perempuan yang tidak hanya tegar menghadapi masalahnya, tetapi juga memberikan inspirasi dan kekuatan bagi orang lain. Siapa saja ya mereka? Let’s check it out!

 

Malala Yousafzai

 

Malala Yousafzai.jpeg

 

Malala Yousafzai dikenal melalui kepeduliannya pada pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di Lembah Swat, Pakistan. Lokasi tersebut dikuasai Taliban yang melarang perempuan untuk bersekolah. Pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 tahun, Malala menulis dengan nama samaran di blog untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

 

Pada tanggal 9 Oktober 2012, Malala ditembak di kepala dan leher dalam upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban ketika pulang dengan bus sekolah. Malala sempat dirawat di Pakistan, sebelum akhirnya diterbangkan ke Inggris untuk dirawat di rumah sakit di Birmingham. Setelah koma selama 10 hari, Malala akhirnya sadarkan diri dan berangsur pulih. Mengalami kejadian yang mengerikan ini tidak mengurangi semangat Malala untuk berjuang. Malala semakin yakin pada jalan yang ditempuhnya dan bertekad untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi semua orang.

 

Pada tanggal 12 Juli 2013, bertepatan dengan ulang tahun ke-16, Malala berpidato di Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat. Pidatonya memuat tiga isu penting, yaitu hak perempuan, perlawanan terhadap terorisme, dan kebodohan. PBB juga mendeklarasikan hari tersebut sebagai Hari Malala.

 

Pada Oktober 2014, bersama dengan Kailash Satyarthi, Malala mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka. Sebagai seorang yang pada saat itu berumur 17 tahun, Malala menjadi penerima hadiah Nobel termuda.

 

Butet Manurung

 

Butet Manurung.jpg

 

Butet Manurung dikenal atas dedikasinya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi suku pedalaman, sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan mereka. Perempuan bernama asli Saur Marlina Manurung ini merintis sekolah untuk masyarakat pedalaman sejak tahun 2003.

 

Sekolah rintisan pertama kali Butet terapkan bagi masyarakat Orang Rimba (Suku Kubu) yang mendiami Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Metode yang diterapkan oleh Butet bersifat setengah antropologis. Proses pengajaran membaca, menulis, dan berhitung dilakukan dengan tinggal bersama masyarakat yang dididiknya selama beberapa bulan. Sistem ini dikombinasi dengan mempertimbangkan pola kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Setelah tersusun secara sistematis, Butet mulai mengembangkan sistem Sokola Rimba. Kini, sistem Sokola Rimba diterapkan juga di berbagai daerah pedalaman dan terpencil di Indonesia, seperti di Halmahera dan Flores. Bahkan, Pemerintah Indonesia juga berencana mengadopsi sistem Sokola Rimba ini untuk dikembangkan pada masyarakat dengan kondisi khusus.

 

Robin Lim

 

Robin Lim.JPG

 

Robin Lim atau dikenal juga sebagai Bunda Robin / Ibu Robin adalah seorang bidan sekaligus pendiri Yayasan Bumi Sehat. Selain memberikan perawatan pre-natal secara gratis, Yayasan Bumi Sehat juga memberikan layanan persalinan dan bantuan medis untuk siapapun yang membutuhkannya.

 

Sejak tahun 2003, Ibu Robin dan timnya telah berjuang untuk memerangi tingkat kematian ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia. Ibu Robin dianugerahi CNN Hero of The Year 2011 atas perannya dalam membantu ribuan perempuan berpenghasilan rendah di Indonesia dengan kehamilan dan layanan lahir yang alami juga sehat.

 

Rini Sugianto

 

Rini Sugianto.jpg

 

Rini Sugianto merupakan arsitek lulusan Universitas Parahyangan, Bandung yang mengawali proses pembelajaran teknologi digital 3D untuk membuat bangunan. Rini lantas tertarik pada bidang animasi dan melanjutkan kuliah pasca sarjana di Academy of Art University, San Francisco. Lulus kuliah tahun 2005, Rini mulai bekerja sebagai character animator.

 

Saat bekerja untuk Weta Studio di Selandia Baru, milik sutradara terkenal Peter Jackson, Rini ikut menggarap film The Avengers, Iron Man 3, dan Hunger Games: Catching Fire. Rini juga mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan animasi film Ted 2 di Tippet Studio. Menjadi satu-satunya warga Indonesia yang bekerja di Tippet Studio, menjadikan Rini membawa warna lain dalam dinamika bekerja di studio tersebut.

 

Menjadi salah satu animator Indonesia yang telah sukses menembus level dunia, Rini juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dalam produksi film The Adventures of Tintin karya Steven Spielberg, The Hobbit: An Unexpected Journey, The Hobbit: The Desolation of Smaug dan Dawn of The Planet of The Apes. Rini menikmati setiap peran dalam industri ini yang menurutnya sangat dinamis. Menurut Rini, seorang animator harus mampu berorientasi pada detail dan selalu berlatih untuk mengasah kemampuan.

 

Ayu Gani

 

Ayu Gani.jpg

 

Ayu Gani mulai dikenal sejak menjadi salah satu finalis dari Indonesia Asia’s Next Top Model season 3 dan pada akhirnya sukses sebagai Pemenang. Gani pun menetap di London dan mendapatkan kontrak kerja dari agensi model dunia. Gani juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi wajah e-commerce ternama di Asia, Zalora.

 

Namun, siapa sangka bahwa Gani melalui masa sekolah dengan penuh bully. Masa SD dan SMP dilalui Gani dengan berjuang melawan bully. Teman-teman sekolahnya memanggil Gani dengan sapaan ‘kecoak’ atau ‘tempat sampah’. Berbagai intimidasi Gani terima dari teman-teman dan seniornya. Bahkan, ada masa saat seluruh teman satu sekolah menjauhinya.

 

Gani tumbuh menjadi gadis pemalu dan kurang percaya diri. Bullying yang Gani terima di sekolah sempat menghantuinya. Namun, Gani memutuskan untuk bangkit dan mengumpulkan keberanian. Pada akhirnya, Gani menemukan jati diri dan membuktikan pada dunia, juga pada orang-orang yang dulu membencinya.

 

Gani mampu bangkit dari keadaan paling buruk dan semangat menggapai impiannya. Untuk menyadarkan banyak orang tentang buruknya bullying, Gani memiliki harapan untuk menjadi Duta Anti-Bullying. Gani ingin memberikan dukungan pada mereka yang dibully dan memberikan pelajaran pada pembully, bahwa setiap manusia berhak untuk memiliki hidup yang baik juga bahagia.

 

Menjadi sosok perdamaian bukan melulu tentang menang dalam peperangan ataupun menjadi yang paling kuat, namun juga memiliki keberanian memberikan perubahan. Keberanian para perempuan ini bisa menjadi dorongan bagi kita, perempuan Indonesia, untuk menjadi lebih maju dan berempati pada sesama. Semoga di masa depan akan muncul lebih banyak lagi perempuan inspiratif dari Indonesia, termasuk kamu juga, Queenriders!

 

Memberikan perubahan memang tidak mudah, sama seperti dengan mempertahankan kulit untuk selalu terlihat sehat dan muda. Tidak perlu khawatir Queenriders, kini ada SARIAYU Econature yang merupakan skincare anti-aging alami, inovasi terbaru dari Sariayu Martha Tilaar. Kandungannya 90% natural origin yang terdiri dari 90% bahan baku dari bahan alami dan 10% bahan lainnya untuk menjaga tekstur serta kestabilan produk sesuai yang diharapkan.

 

SARIAYU Econature menggunakan bahan dasar alami dari pomegranate (buah delima), sea lettuce, dan marine collagen. Pomegranate yang kaya akan antioksidan dan vitamin C berfungsi untuk meremajakan kulit dengan merangsang produksi collagen pada lapisan kulit juga mempercepat regenerasi kulit, sehingga membuat kulit terlihat lebih cerah. Selain itu, marine collagen pada Eco Nature Series ini mengandung collagen dan antioksidan untuk menjaga kekenyalan serta detoks kulit. Faktanya, mulai usia 25 tahun, kekenyalan kulit wajah cenderung berkurang lho, Queenriders. Kandungan marine collagen akan membantu untuk mengembalikan kekenyalan kulit.

 

SA Eco Nature.jpg

 

Penggunaan rutin SARIAYU Econature dapat meningkatkan kelembaban kulit juga mengurangi kerut dan fine lines, lho. Wajah akan tampak lebih cerah merata, lebih muda, dan lebih kenyal. Yeay! Kita jadi makin cantik deh, Queenriders. Nah, tunggu apa lagi, nih? Yuk, miliki segera SARIAYU Econature di sini!

 

Asik, tambah lagi deh tips beauty yang asik dengan SARIAYU. Oke deh, baca terus safety riding tips, lifestyle, fashion tips, dan cerita dari Queenriders kita, ya! Stay safe on the road, stay pretty!


(Talita Zahrah)
Comments

Related Article

Pintar Mengelola Dana Saat Memiliki Mobil Itu Penting Banget Lho, Queenriders! Punya Mobil Bukan Melulu Tentang Gengsi.

Ketika memutuskan untuk memiliki mobil, kamu sudah harus berpikir dana apa saja yang sekiranya dibutuhkan agar anggaran tidak membengkak ya, Queenriders

Punya Mobil Bukan Melulu Tentang Gengsi. 5 Cara Ini Akan Bantu Kamu Untuk Punya Mobil Impian!

Pilihlah mobil yang akan dibeli dengan bijak, jangan hanya karena mengikuti gengsi ya, Queenriders!

Punya Asuransi Mobil Cuma Bikin Kamu Rugi? Siapa Bilang! 3 Fakta Ini Bakal Bikin Kamu Yakin Untuk Punya Asuransi Mobil

Di jalan raya banyak risiko yang tidak terduga dapat terjadi kapan saja, bahkan hingga memakan korban jiwa. Kamu setuju juga kan, Queenriders?

Recommended for You

Mau dapat info event, kuis dan berbagai aktivitas seru di Queenrides?

Daftarkan emailmu di sini.